PENINGKATAN KEMAMPUAN
MEMBACA ARTIKEL DENGAN TEKNIK MEMBACA
CEPAT PADA SISWA MTs.N
28 Jakarta kelas VIII
.1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI MASALAH
a. Minat
belajar siswa pada materi artikel relatif rendah
b. Kemampuan siswa dalam membaca artikel masih rendah
c. Siswa
masih kesulitan dalam menemukan ide pokok dalam artikel
d. Siswa
belum mampu membuat simpulan artikel
e. Siswa
belum dapat menemukan kata kunci yang ada dalam artikel
B. RUMUSAN
MASALAH
Bagaimana
meningkatkan kemampuan siswa dalam
membaca artikel dengan teknik
membaca cepat pada siswa kelas VIII .1 MTs.N 28
Jakarta
C. PEMECAHAN
MASALAH
a. Perencanaan
b. Memberikan
latihan lebih banyak lagi berupa artikel
c. Memberitahukan petunjuk dalam mencari kata kunci
D. TUJUAN
PENELITIAN
1. Meningkatkan kemampuan membaca artikel dengan teknik
membaca cepat pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII .1 pada semester
ganjil Tahun Pelajaran 2010 - 2011
BAB II
I.
KERANGKA TEORI
a. Pengertian
Membaca
b. Pengertian
teknik membaca cepat
II.
MANFAAT HASIL PENELITIAN
a.
Meningkatkan kemampuan membaca artikel dengan teknik membaca cepat
III.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN
a. Memberikan
soal-soal latihan yang sesuai dengan artikel
IV.
ANALISIS DATA
Laporan data kualitatif pada
kemampuan membaca artikel dengan teknik
membaca cepat dari hasil latihan membaca cepat
V.
LOKASI PENELITIAN
Penelitian
ini dilaksanakan di MTs.N 28 Jakarta,
kelas VIII .1
JUDUL
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA
INGGRIS SISWA KELAS XI IPA MAN 15 JAKARTA PADA MATERI UNGKAPAN MENYAMPAIKAN
PENDAPAT, MEMINTA PENDAPAT, MENYATAKAN RASA PUAS DAN TIDAK PUAS MELALUI METODE ROLE PLAYING
LATAR BELAKANG
Keterampilan Bebicara (Speaking) ternyata kurang dapat
berjalan sebagaimana mestinya.
PERUMUSAN MASALAH
Apakah kemampuan berbicara bahasa inggris siswa kelas XI
IPA MAN 15 Jakarta
pada materi ungkapan menyampaikan pendapat, meminta pendapat, menyatakan rasa
puas dan tidak puas dapat
ditingkatkan melalui metode role
playing?
TEORI
CTL
SPEAKING SKILL
TEORI BELAJAR
METODOLOGI
Setting
Kelas XI IPA MAN 15
Jakarta
Semester Ganjil
2010-2011
Oktober 2010
Rencana
Tindakan
Dua putaran siklus.
Siklus 1
SIKLUS ke-1
Tahap Perencanaan
(Planning), mencakup:
1. Mengidentifikasi masalah
2. Menganalisis dan merumuskan masalah.
3. Merancang model pembelajaran klasikal.
4. Mendiskusikan penerapan model pembelajaran
interaktif.
5. Menyiapkan instrumen (angket, pedoman
observasi, tes akhir).
6. Menyusun kelompok belajar peserta didik.
7. Merencanakan tugas kelompok.
Tahap Melakukan Tindakan
(Action), mencakup:
1. Melaksanakan langkah-langkah sesuai
perencanaan.
2. Menerapkan model pembelajaran klasikal.
3. Melakukan
pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana.
4. Memperhatikan
alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
5. Mengantisipasi
dengan melakukan solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahap tindakan.
Tahap Mengamati
(observation), mencakup:
1. Melakukan
diskusi dengan guru MAN 15 Jakarta dan kepala sekolah untuk rencana observasi.
2. Melakukan
pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran klasikal yang dilakukan guru
kelasXI IPA 1.
3. Mencatat
setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran
klasikal.
4. Melakukan
diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan
yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran
berikutnya.
Tahap refleksi
(Reflection), mencakup:
1. Menganalisis
temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi.
2. Menganalisis
kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan modelpembelajaran klasikal dan
mempertimbangkan langkah selanjutnya.
3. Melakukan
refleksi terhadap penerapan model pembelajaran klasikal.
4. Melakukan
refleksi terhadap kreativitas peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
5. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar
peserta didik.
SIKLUS ke-2
Tahap Perencanaan
(Planning), mencakup:
1. Mengevaluasi
hasil refleksi, mendiskusikan, dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan
pada pembelajaran berikutnya.
2. Mendata
masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran.
3. Merancang perbaikan berdasarkan refleksi
siklus 1.
Tahap Melakukan Tindakan (Action), mencakup:
1. Melakukan analisis pemecahan masalah.
2. Melaksanakan
tindakan perbaikan dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Demonstrasi.
Tahap Mengamati
(observation), mencakup:
1. Melakukan
pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Demonstrasi.
2. Mencatat perubahan yang terjadi.
3. Melakukan
diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan
balikan.
Tahap Refleksi
(Reflection), mencakup:
1. Merefleksikan proses pembelajaran Role
Playing.
2. Merefleksikan
hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Role Playing.
3. Menganalisis temuan dan hasil akhir
penelitian.
4. menyusun rekomendasi.